Akademisi Soroti Kinerja Dinas Pendidikan Halmahera Utara

Tobelo, Maluku Utara – Darius A. Hamisi, akademisi dari Universitas Halmahera (Uniera), mengungkapkan keprihatinan mengenai kinerja Dinas Pendidikan Halmahera Utara terkait pengumpulan data anak putus sekolah yang dinilai masih minim. 

Darius menekankan bahwa permasalahan ini bukan sekadar teknis, melainkan juga berkaitan dengan kelembagaan di dalam Dinas Pendidikan. “Logikanya, tanpa data yang valid, bagaimana kita merancang kebijakan pendidikan yang tepat sasaran,” ujarnya, Selasa (7/10/2025). 

BACA JUGA  Sasar Siswa Disabilitas, Dinas Pendidikan Halsel Gelar Bimtek Pendidikan Inklusif

Darius lantas menegaskan pentingnya pencatatan dan validasi data anak putus sekolah agar kebijakan yang dirumuskan dapat efektif dan berdampak positif bagi masyarakat.

Untuk itu, ia menyarankan solusi sederhana yang tidak memerlukan biaya besar. “Kita bisa mengintegrasikan data dari Dapodik dengan data kependudukan yang dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Dengan memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai penghubung, proses ini menjadi lebih mudah,” tambahnya.

BACA JUGA  Di Masa PPKM, PSK di Ternate Akui Panen Pelanggan, Semalam Bisa Layani 4 Tamu
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah

error: Konten diproteksi !!