TKD Dipangkas 50 Persen, Gubernur Sherly Tetap Optimis Program Prioritas Tetap Berjalan

Dalam upaya perencanaan yang lebih realistis, Sherly mendorong Dirjen Keuda untuk segera membuat simulasi fiskal guna menghitung dampak dari pemotongan anggaran serta sisa dana yang ada. Supaya perencanaan di 2026 bisa realistis tapi tetap berpihak pada rakyat.

“Kami percaya, setiap tantangan fiskal adalah undangan untuk berinovasi. Bukan untuk saling menyalahkan, tapi untuk memperkuat koordinasi, menajamkan perencanaan, dan memperluas ruang kreatif agar daerah tetap bisa melayani rakyat dengan efisien dan bermartabat. Maluku Utara tidak akan berhenti bergerak, karena yang kami kejar bukan sekadar angka di neraca, tapi kesejahteraan nyata di jalan, jembatan, dan perumahan,” begitu kata gubernur.

BACA JUGA  Kasus Penipuan Lahan, Ketua dan Satu Anggota DPRD Morotai Dilarang Keluar Kota

Sementara itu, Sekda Maluku Utara, Samsudin A. Kadir, mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran sebetulnya berkaitan dengan realokasi dan bukan penghilangan program-program pemerintah pusat ke daerah.

“Oleh karena itu, untuk mengganti hal tersebut gubernur telah menggerakkan kepada semua pimpinan OPD untuk lebih banyak berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar supaya pemerintah pusat mengucurkan anggaran untuk pembangunan di daerah,” kata Sekda Samsuddin.

BACA JUGA  7 Naker Meninggal dalam Kecelakaan Kerja Sepanjang Tahun 2022
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah