Berikutnya, Halmahera Tengah (Halteng), realisasi Rp 37,04 miliar (410 debitur), Halmahera Selatan (Halsel), realisasi Rp 57,29 miliar (875 debitur), dan Halmahera Barat (Halbar), realisasi Rp 32,22 miliar (525 debitur).
“Dengan demikian, Kabupaten Halmahera Utara mencatatkan realisasi tertinggi di antara sepuluh Kabupaten/Kota, yakni sebesar Rp 86,70 miliar (1.497 debitur). Sementara Sula tercatat sebagai realisasi terendah yakni baru mencapai Rp 01,48 miliar (53 debitur),” papar Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Senin (29/9/2025).
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa sektor-sektor terbesar dalam penyaluran KUR di antaranya, terdiri dari perdagangan besar dan eceran, kemudian penyediaan akomodasi dan makan minum, pertanian, perburuan, dan kehutanan, dan perikanan.
Adapun perdagangan besar dan eceran Rp 215,02 M (3.498 debitur), penyediaan akomodasi dan makan minum Rp 55,01 M (347 debitur), pertanian, perburuan, dan kehutanan Rp 37,94 miliar (948 debitur), kemudian perikanan Rp 26,49 M (713 debitur). “Dapat disimpulkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi di angka Rp215,02 miliar (3.498 debitur), konsisten terbesar selama 5 tahun terakhir,” pungkasnya. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!