Alokasi PMN ini juga telah resmi ditetapkan oleh Menteri Keuangan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 235 Tahun 2025 yang mencakup tiga BUMN, salah satunya PT PELNI (Persero).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya DPR RI, Menteri BUMN, Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada PELNI. Dana ini akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran PELNI sebagai tulang punggung transportasi laut nasional,” tutup Anda.
Sebagai informasi, dana PMN tersebut akan digunakan untuk mengganti tiga unit kapal penumpang PELNI yang telah berusia lanjut, yaitu KM Umsini, KM Lawit dan KM Tidar.
KM Umsini buatan Jerman tahun 1985 kini berusia 40 tahun. KM Umsini saat ini sedang menjalani perbaikan di Surabaya setelah mengalami insiden kebakaran di Makassar pada tahun 2024. KM Umsini diperkirakan akan kembali beroperasi pada Triwulan II tahun 2026.
Kapal lainnya yang akan diganti yaitu KM Lawit dibuat pada tahun 1987 dan telah berusia 38 tahun. Pada tahun 2025, KM Lawit melayani dua rute yaitu Rute A : Kumai – Surabaya – Sampit – Semarang – Kumai – Semarang – Karimun Jawa – Semarang – Sampit – Surabaya – Kumai dan Rute B : Kumai – Surabaya – Benoa – Bima – Waingapu – Ende – Kalabahi – Kupang – Rote (PP). Sementara itu, KM Tidar dibuat pada tahun 1986 dan telah berusia 39 tahun yang melayani rute Kijang – Tg. Priok – Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Maumere – Larantuka – Lewoleba – Kupang (PP). Penggantian kapal-kapal ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan dan kualitas layanan transportasi laut PELNI.
Tentang PELNI
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan 1.359 rute dan menyinggahi 74 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 230 pelabuhan dengan total 522 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!