Lebih lanjut, alumnis UPN Yokyakarta ini menduga bahwa fenomena semburan yang terjadi saat ini merupakan rembesan gas dari reservoir bawah tanah yang keluar ke permukaan akibat rekahan geologi.
Kendati belum ada hasil riset yang menunjukan bahwa semburan tersebut berdampak pada lingkungan, tetapi Maskur meminta agar pihak-pihak terkait memberikan klarifikasi sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Pria yang mengenyam studi teknik perminyakan UPN Yogyakarta itu menduga, semburan air bercampur gas di Desa Leko Sula, itu adalah Gas alam bukan minyak mentah
“Dulu, orang sering bilang ada tambang minyak tanah di Minanuli (Pulau Mangoli), itu bukan minyak tanah, tapi rembesan gas seperti yang di Desa Leko Sula pada video yang beredar itu. Ini adalah rembesan gas dari reservoir ke permukaan. Potensi gas alam cair (LNG) memang ada di Kepulauan Sula. Fenomena ini bisa jadi merupakan sisa dari cadangan gas yang dulu pernah dieksplorasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini di tayangkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah dan pihak-pihak terkait mengenai fenomena ini. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!