Semburan Gas Disertai Api Hebohkan Warga Maluku Utara

Sementara, Maskur Soamole, pensiunan ASN di Dinas Pertambangan Provinsi Maluku Utara, menjelaskan bahwa lokasi tersebut memang sudah diketahui memiliki potensi minyak dan gas alam sejak tahun 2007 hingga 2009.

“Waktu itu saya bersama Kepala Dinas ESDM dan staf pernah berkonsultasi langsung ke Kementerian ESDM. Jadi memang potensi migas, khususnya gas alam, itu ada di wilayah Sula,” jelasnya.

BACA JUGA  Diburu Waktu, Komisi III DPRD Ternate Tegaskan Penataan Kawasan Belakang Jatiland Mall Jangan Asal Jadi

Maskur juga menyinggung bahwa sejak tahun 90-an, pernah dilakukan pengeboran lepas pantai (offshore) di sekitar Pulau Paskoro, Kabupaten Kepulauan Sula. Eksplorasi dilakukan oleh perusahaan Bridge Petroleum (kemungkinan maksudnya British Petroleum), namun hasilnya menunjukkan bahwa cadangan gas tersebut dianggap tidak ekonomis sehingga sumurnya ditutup.

“Setelah dilakukan eksplorasi, sumurnya ditutup karena hasil konfirmasi ke Kementerian ESDM menunjukkan cadangannya kurang ekonomis,” tambah pensiunan ASN ini.

BACA JUGA  Pemkot Ternate Resmi Kantongi Perda CPPD, Respons Krisis Pangan Kini Lebih Cepat
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah