Selain pendapatan, Fraksi Gerindra juga menyoroti penurunan belanja pegawai yang dinilai signifikan. Dalam RAPBD Perubahan 2025, belanja pegawai turun sebesar Rp13,15 miliar, dari sebelumnya Rp569,06 miliar menjadi Rp555,91 miliar.
“Menurut kami, proyeksi belanja pegawai seharusnya disusun berdasarkan kebutuhan riil jumlah pegawai selama satu tahun anggaran, ditambah faktor penyesuaian minimal 2,5%,” katanya.
Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP)–Perindo DPRD Kota Ternate menyoroti sejumlah isu strategis dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun 2025, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, hingga tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara fraksi, Bilhan Gamaliel, dalam pidatonya pada Rapat Paripurna ke-16 Masa Persidangan III Tahun 2025 di Kantor DPRD Kota Ternate, Jumat (22/8/2025).
Bilhan menjelaskan, sesuai dengan arah kebijakan pembangunan dalam RPJMD Kota Ternate 2025–2029, fokus utama pembangunan tahun 2025 adalah pemenuhan kebutuhan dasar SDM dan infrastruktur, dengan empat agenda prioritas.
“Namun yang menjadi pertanyaan, sejauh mana keberpihakan anggaran dalam Nota Keuangan dan RAPBD Perubahan 2025 terhadap arah kebijakan tersebut?” ujarnya.
Selain itu, Fraksi PDIP–Perindo juga menyoroti struktur pendapatan daerah yang masih sangat bergantung pada dana transfer pusat, yang dinilai membuat daerah rentan terhadap perubahan kebijakan nasional.
“Ketergantungan fiskal yang tinggi ini akan memengaruhi strategi kebijakan belanja daerah jika terjadi perubahan kebijakan dari pusat,” jelasnya.
Untuk itu, fraksi mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah(PAD). Ia menilai masih banyak potensi PAD yang belum tergarap maksimal, khususnya dari sektor pajak daerah dan retribusi.
“Strategi optimalisasi PAD saat ini belum berjalan efektif dan terukur. Pemerintah perlu mengambil langkah konkret, termasuk digitalisasi sistem pemungutan PAD serta memperkuat pengawasan,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!