Ternate, Maluku Utara – Fraksi Gerindra DPRD Kota Ternate menyoroti rendahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penurunan anggaran belanja pegawai dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-16 Masa Persidangan III Tahun 2025 yang diberlangsung di Kantor DPRD Kota Ternate, Jumat (22/8/2025).
Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Nurjaya Hi. Ibrahim, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Ternate perlu melakukan penyesuaian realistis dalam penyusunan perubahan APBD, terutama pada sektor pendapatan daerah, baik yang bersumber dari PAD maupun transfer dari pemerintah pusat.
“Penyesuaian ini bertujuan agar target pendapatan daerah mampu membiayai program dan kegiatan yang direncanakan dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, dan dapat terealisasi sesuai target yang ditetapkan,” ujarnya.
Nurjaya menegaskan bahwa hingga semester I Tahun 2025, capaian PAD masih jauh dari target. Fraksi Gerindra mencatat realisasi PAD baru mencapai 35,77%, atau sekitar Rp50,54 miliar dari total target Rp141,31 miliar.
“Padahal dalam pidato pengantar Wali Kota, disampaikan adanya kenaikan target PAD sebesar Rp3,5 miliar, dari Rp141,31 miliar menjadi Rp144,81 miliar. Pertanyaannya, apa dasar Pemerintah Kota menaikkan target ini, sementara tren realisasi PAD dalam tiga tahun terakhir tak pernah mencapai target?” tanyanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!