Sofifi, Maluku Utara – Rapat paripurna DPRD Maluku Utara pada Kamis (7/8/2025), dengan agenda pidato pengantar kepala daerah atas rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD 2025 diwarnai hujan interupsi.
Interupsi itu datang dari dr. Haryadi Ahmad, anggota DPRD dari PBB. Saat diberi ruang interupsi, Haryadi mempertanyakan sikap Gubernur Sherly Tjoanda terkait lambatnya para OPD teknis dalam menyusun dan membentuk tim independen untuk menginvestigasi pencemaran Teluk Weda di Kabupaten Halmahera Tengah.
“Sampai saat ini kami dari DPRD juga belum tahu, bahkan publik juga lagi menunggu apa hasilnya, minimal progresnya dari tim yang akan dibentuk, sekarang sudah sampai dimana,” tanya Haryadi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!