Namri menilai angka peningkatan tahun 2024 hingga Juni 2025 cukup baik. Dibandingkan tahun sebelumnya yakni tahun 2023 dan 2022 dan lainnya.
“Sejak tahun kemarin Kepulauan Sula justru mengalami penurunan jumlah penduduk. Karena banyak warga pindah ke daerah lain seperti Ternate, Weda, dan Pulau Jawa,” katanya.
Sementara untuk meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi kependudukan, Namri menambahkan bahwa Dukcapil Kabupaten Sula meluncurkan inovasi berbasis digital bernama PAHAKA (Pencatat Angka Kelahiran). Program ini memanfaatkan grup WhatsApp antar-desa untuk mempercepat pelaporan peristiwa penting seperti kelahiran dan kematian.
“Melalui PAHAKA, desa-desa dapat langsung melaporkan kelahiran maupun kematian ke Dukcapil lewat grup WhatsApp. Setelah diverifikasi, dokumen resmi dalam bentuk PDF akan dikirim kembali ke desa untuk dicetak,” jelas Namri.
Inovasi ini dinilai sangat efektif, terutama bagi warga di wilayah terpencil yang kesulitan mengakses kantor Dukcapil.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!