Ikbal menambahkan bahwa dari total anggaran lelang proyek senilai sekitar Rp 600 miliar yang dilaporkan oleh BPBJ, hingga saat ini baru sekitar Rp 60 miliar yang dikerjakan.
“Dengan sisa Rp 400 miliar lebih, apakah dalam waktu yang ada ini bisa diselesaikan? Ini menjadi masalah utama. Sebaiknya gubernur fokus dulu pada kegiatan penyertaan modal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa BPBJ dalam RDP dengan Komisi III menyatakan telah mengirimkan surat kepada OPD agar segera memasukkan dokumen lelang. Namun, sudah beberapa bulan berlalu tanpa adanya respons yang memadai.
“Saya melihat kadang-kadang ini membuat pusing soal lelang, ketika dokumen sudah masuk, malah ada pergeseran lagi,” tambahnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!