Ia juga menyinggung sektor perikanan dan pertanian yang menurutnya belum dimaksimalkan, dengan pemanfaatan baru sekitar 15 persen dari total potensi. Pemerintah daerah sedang berupaya melakukan transformasi melalui pemanfaatan teknologi untuk mendorong peningkatan produktivitas.
“Kita dalam proses bertransformasi menggunakan teknologi agar produktivitasnya ditambah dan kami juga akan melakukan swasembada pangan, targetnya dalam lima tahun ini. Harapannya nilai tukar petani dan nelayan bisa tinggi karena 20 persen warga Malut adalah nelayan dan 60 persen adalah petani,” terangnya.
Di bidang pendidikan, Sherly menyoroti masih rendahnya kualitas tenaga kerja lokal yang sebagian besar hanya bekerja di level kasar, “Sekitar 130 ribu pekerja di tambang masih bekerja di level kasar, nilai ekonominya belum maksimal. Kita harus mencari solusi bersama meningkatkan kualitas pendidikan agar generasi muda Maluku Utara tidak hanya mengandalkan fisik, tapi juga bisa bekerja di level yang manajemen atau tenaga ahli,” tegasnya.
Sherly juga menyampaikan harapannya agar DPD Partai Demokrat Malut bisa bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam memanfaatkan program-program pro-rakyat, seperti renovasi rumah, pembangunan dapur sehat, jalan tani, beasiswa mahasiswa, cold storage untuk nelayan, hingga pembangunan pabrik es.
“Semua progresnya saya sosialisasikan di media sosial. Jika ada konstituen yang membutuhkan bantuan, bisa disampaikan ke Pak Ketua. Saya akan pastikan bantuan diberikan secara proporsional. Kita harus berkolaborasi dengan memanfaatkan program Pemprov untuk kesejahteraan rakyat. Saya ada di sini demi rakyat, Partai Demokrat juga ada demi rakyat. Kita punya tujuan bersama: mensejahterakan rakyat Maluku Utara,” pungkasnya. (Mg03/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!