Sementara, hingga kini, pihak manajemen PT IWIP belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Salah satu warga bernama Luky, merasa khawatir dengan potensi kriminalitas di kawasan tersebut. “Kejadian seperti ini bukan yang pertama. Saya khawatir, satu saat pelaku bisa masuk ke rumah warga dan membahayakan keluarga kami. Ini ancaman serius bagi keamanan masyarakat lokal,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Halteng menerima kehadiran tenaga kerja dari luar daerah. Namun, ia meminta agar mereka tetap menghormati hukum, etika, dan nilai-nilai lokal yang berlaku. “Kami menjunjung tinggi prinsip fagogoru dan kearifan lokal. Tapi jangan sampai kebebasan orang luar justru menjadi ancaman bagi keselamatan kami di tanah sendiri,” pungkasnya. (RJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!