Jilly juga menekankan pentingnya tanggung jawab sosial yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya sekadar formalitas tahunan.
“Tambang bisa habis, tapi ilmu akan terus hidup. Kami ingin keberadaan PT Smart Marsindo dikenang bukan karena alat berat kami, tetapi karena jejak kebaikan yang kami tinggalkan — di ruang kelas, di buku pelajaran, dan dalam impian anak-anak pulau ini.”
PT Smart Marsindo juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan para pemangku kepentingan lainnya agar proses pembangunan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Melalui aksi nyata ini, PT Smart Marsindo menempatkan diri sebagai perusahaan yang tak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan pembangunan sumber daya manusia di sekitar wilayah operasinya.
Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial yang kuat, PT Smart Marsindo membuktikan bahwa kehadiran industri tambang dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan, jika dijalankan dengan integritas dan kepedulian yang tulus. (***RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!