Tata Kelola Pemerintah Desa Jadi Isu Krusial di Halsel, Ini Kata Wabup

Labuha, Maluku Utara – Selain permasalahan infrastruktur jalan dan kesehatan, terdapat keluhan dari warga mengenai tata kelola pemerintahan di tingkat desa, khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan. Keluhan ini disampaikan oleh masyarakat melalui reses anggota DPRD, yang menjadi wadah bagi warga untuk mengekspresikan harapan dan kebutuhan mereka.

Dalam sidang paripurna yang berlangsung pada Rabu kemarin (18/6), aspirasi masyarakat tersebut dituangkan dalam rekomendasi yang diajukan oleh anggota DPRD dari berbagai daerah pemilihan. Hal ini menunjukkan komitmen para wakil rakyat untuk mendengarkan suara konstituen mereka dan memperjuangkan hak-hak masyarakat.

BACA JUGA  DPRD Sebut Pemkot Ternate Tak Punya Hak Atur Pengecer BBM

Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, merespon positif atas aspirasi warga terkait tata kelola pemerintahan desa. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah melaksanakan serangkaian pelatihan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). 

Pelatihan ini diikuti oleh 249 desa dan ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh kepala desa. “Mengenai isu yang berkaitan dengan pemerintahan desa, beberapa bulan lalu Pemda telah melakukan pelatihan Siskeudes, dan diikuti dengan penandatangan pakta integritas oleh seluruh kepala desa dengan maksud agar ditingkatkan pelayanan masyarakat di desa,” ujar Helmi saat wawancarai wartawan usai sidang paripurna di gedung DPRD.

BACA JUGA  Usai OTT Gubernur, KPK Seret 3 Pimpinan OPD
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah