Lurah Ngade, Farid Fabanyo, mengungkapkan bahwa longsor tidak hanya terjadi di depan Benteng Santo Pedro, tetapi juga titik lainnya. “Di Kelurahan Ngade ada 5 titik longsor, pertama itu longsor di samping jalan nasional depan Benteng Santo Pedro RT 1/RW2, kemudian di Perumahan Safira Residence RT 4/RW 2, di belakang Gedung Meeting Room Makugawene RT 1/RW 2, di belakang rumah Masjid Imam An-nur Ngade RT 1/RW 2, dan longsor di belakang rumah Prof Abdu Mas’ud di RT 1/RW 2,” sebut Farid.
Ia menambahkan, dari lima lokasi longsor itu yang paling berbahaya di depan Benteng Santo Pedro, dan di Perumahan Safira Residence. “Dua titik ini yang paling parah, apalagi yang di depan Benteng itu tepat di samping jalan nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Farid mengatakan, tadi pagi pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PUPR, dan BPJN sudah langsung turun ke lokasi. “Sementara juga kami dari pihak kelurahan sedang membuat laporan ke BPBD dan pihak-pihak terkait agar secepatnya melakukan penanganan,” pungkasnya. (Mg01/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!