DPRD Ungkap Perbedaan Data Warga Miskin di Kota Ternate

Lebih lanjut, Nurlaela menyoroti pentingnya meminimalisir tumpang tindih data antara data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tingkat provinsi dan kota. “Kami sudah beberapa kali menemukan kasus di mana data PBI dari APBD ternyata tumpang tindih dengan ASN, TNI, dan Polri yang sudah tercover,” imbuhnya.

Sebagai ilustrasi, Nurlaela memberikan contoh terkait pekerja di perusahaan muara yang jumlah karyawannya mencapai 300 orang. “Kami perlu mempertanyakan apakah semua karyawan tersebut sudah mendapatkan jaminan kesehatan dari perusahaan? Jika belum, itu adalah kewajiban perusahaan, bukan pemerintah yang harus menanggung melalui APBD,” tegasnya.

BACA JUGA  Pemkot Ternate Janji Perbaiki Sejumlah Pasar yang Mengalami Kerusakan

Oleh karena itu, melalui RDP ini, DPRD berkomitmen untuk melakukan sinkronisasi data demi mendapatkan informasi yang valid, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin. Dalam proses ini, mereka berharap dapat memperkuat sistem jaminan kesehatan sosial yang lebih efektif dan tepat sasaran untuk seluruh warga Kota Ternate. (Mg01/Red)

BACA JUGA  Kasus Pencemaran Nama Baik, Ketua DPC Demokrat Morotai dan Ketua Tim Relawan Rusli-Rio Sepakat Berdamai
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah