Selain itu, KNPI juga mengkritisi rencana pembangunan lapangan mini soccer senilai Rp 900 juta di depan Masjid Kota Baru. Ia menilai, anggaran sebesar itu sebaiknya difokuskan terlebih dahulu untuk memperbaiki aset yang sudah ada, seperti Sport Hall.
“Lebih baik anggaran itu digunakan untuk perbaikan Sport Hall. Sayang jika aset yang berpotensi PAD justru diabaikan,” katanya.
Samar menilai Pemkot Ternate, khususnya Dispora, tidak memiliki strategi dalam memaksimalkan aset daerah. Ia menyebut bahwa pemerintah hanya fokus pada penghabisan anggaran, bukan pemanfaatan.
“Pemerintah kota hanya tahu menghabiskan APBD. Tidak ada upaya serius untuk mengelola aset daerah yang bisa menghasilkan PAD. Pemikiran mereka hanya soal bagaimana menghabiskan DAU, DAK, dan APBD,” pungkasnya. (Mg01/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!