Menurutnya, ketiga daerah tersebut dipilih didasarkan pada pertimbangan akses pasar yang lebih dekat, efisiensi transportasi, serta kemudahan mendapatkan komponen produksi seperti pupuk.
Prioritas kedua yang akan dijalankan adalah penyediaan telur ayam. Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan telur di Maluku Utara masih dipasok dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Surabaya.
Anwar mengungkapkan bahwa Gubernur Sherly berencana menggandeng investor dan pihak akademisi untuk memulai produksi telur secara lokal.
“Pada 26 Mei 2025, kerja sama dengan Universitas Khairun Ternate akan dimulai untuk proyek uji coba kandang ayam berkapasitas 80 ribu ekor. Uji coba ini akan dilaksanakan di kandang milik kampus Unkhair. Jika hasilnya menguntungkan dari sisi ekonomi, ini bisa menjadi solusi jangka panjang. Namun, salah satu masalah utama dalam pengembangan produksi telur ayam di Maluku Utara adalah tingginya harga pakan yang mengakibatkan kurangnya pasokan ayam dan telur. Akhirnya, kami terpaksa melakukan impor dari provinsi lain,” tutup Anwar Husen. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!