Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 61 miliar dari APBD tahun 2025 yang akan digunakan untuk merenovasi 64 fasilitas sekolah menengah atas di Maluku Utara. Gubernur juga menjelaskan bahwa meskipun besarannya masih belum diketahui, akan ada bantuan tambahan dari APBN untuk merenovasi 54 sekolah lainnya.
“Jadi tahun ini sekitar 118 sekolah dari total 250 sekolah yang rusak akan direnovasi,” tambahnya.
Gubernur Sherly berharap agar ada tambahan anggaran di tahun depan untuk renovasi ratusan sekolah lainnya, sehingga target perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dapat terlaksana.
Gubernur juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai adanya uang komite yang belum dibayarkan oleh siswa, yang menjadi penghambat dalam proses belajar. Kata dia, selama bulan April, Pemprov sudah menyalurkan anggaran BOSDA dari 147 SMA dengan nilai total sekitar Rp 6,1 miliar.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara hadir untuk menggratiskan uang komite. Ini bukan ditiadakan, tetapi pemprov melalui BOSDA akan membayar uang komite bagi masing-masing SMA, SMK, dan SLB,” terangnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!