Ternate, Maluku Utara – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ternate menunjukkan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tertinggi, naik dari 113,19 pada April 2024 menjadi 121,05 pada April 2025.
Melonjaknya inflasi di Kota Ternate tersebut tak hanya menjadi sorotan DPRD, tetapi juga kalangan akademisi. Dr. Muammil Sun’an. Ia menilai bahwa lonjakan inflasi ini lebih didorong oleh inflasi tipe cost-push, yakni inflasi yang disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi dan distribusi.
“Inflasi di Kota Ternate umumnya terjadi pada barang dan jasa kebutuhan harian dan bulanan, seperti makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Ini lebih banyak disebabkan oleh naiknya biaya distribusi barang dari luar daerah,” kata Muammil kepada wartawan Haliyora.id, Kamis (22/5/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!