Selain mengkritik tim lawan, kata-kata suporter di banner juga bisa memberikan dukungan tertentu di luar pertandingan. Makanya, sepak bola dalam harfiah sesungguhnya adalah salah satu olahraga yang biasanya disebut ‘menyatukan kita semua’. Istilah ini lazim digunakan di seluruh penjuru negeri.
Seperti terpantau di lapangan Jiko Mobon, Halmahera Timur (Haltim) pada Rabu (21/5/2025). Dimana sebuah pertandingan sepak bola tarkam mempertemukan dua tim yaitu Persemapura kontra Wailukum.
Di tribun penonton, tampak dipenuhi semangat perjuangan dengan munculnya spanduk besar seperti, “Bebaskan Masyarakat Maba Sangaji Tanpa Syarat”. Inisiatif ini merupakan reaksi dari aksi penangkapan 11 warga Maba Sangaji oleh Polda Maluku Utara setelah mereka melakukan pembekuan menolak aktivitas PT. Position di wilayah mereka, pada Jumat, 17 Mei lalu.
“Tulisan ini adalah bentuk kepedulian dan juga kemanusiaan dari para suporter Persemapura untuk Masyarakat Maba Sangaji yang saat ini ditangkap,” ungkap Nasraciliu, salah satu suporter Maba, ketika diwawancarai oleh wartawan media ini.
Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan ekspresi kemarahan generasi muda yang tinggal di sekitar area pertambangan.
Adalah Super Farasman, ultras penggagas aksi tersebut. Kata Nasracillu, pesan ini menjadi viral di media sosial selepas pertandingan antara Persemapura melawan Wailukum yang berakhir 4-3 untuk kemenangan Persemapura lewat adu penalti.
Ia menyatakan bahwa perayaan ulang tahun Kabupaten Halmahera Timur ke-22 seharusnya tidak menjadi ajang untuk mengalihkan isu terkait penangkapan warga.
“Kami merasa miris dengan pemerintah daerah yang membiarkan konflik ini terus berkembang, terutama di tengah-tengah pertandingan yang seharusnya menjadi momen bahagia,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!