Asosiasi Kades Pulau Obi Kecam Sikap PT. Harita Terkait Jalan Lingkar

Halsel, Haliyora

Asosiasi Desa Lingkar Tambang Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan mengecam sikap PT. Harita Group yang menolak program pembangunan jalan lingkar Pulau Obi dijadikan Proyek Strategis Nasional. 

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Lingkar Tambang Pulau Obi, Abdul Kahfi saat ditemui Haliyora, Senin malam (05/04/2021).

Abdul Kahfi mngatakan, seluruh kepala desa lingkar tambang telah melakukan rapat untuk berkoordinasi guna menyikapi sikap PT. Harita.

“Malam ini (Senin malam) kami adakan rapat sebagai konsolidasi tahap awal Pemerintah Desa melalui asosiasi lingkar tambang menyikapi surat penolakan Harita Group terkait Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Malut untuk program percepatan pembangunan jalan strategis nasional lingkar Pulau Obi Tahun 2021,” ungkap Kahfi.

Ia menegaskan, Seluruh Kades lingkar tambang satu persepsi dan berkomitmen mendukung dan mengawal pembangunan jalan lingkar Obi tetap dilaksanakan.

“Kami siap dukung dan perjuangkan program pemerintah Pusat dilaksanakan, meski harus berdarah-darah. Tidak lagi ada tawar-tawar, harus segera dilaksanakan demi percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dalam menopang kesejahteraan masyarakat Pulau Obi,” tegas  Kahfi.

Menurutnya, pihak Perusahan tambang tidak punya kewenangan membatasi proses pembangunan jalan strategis nasional di Pulau Obi. “PT. Harita Group jangan melakukan manuver-manuver  yang hanya untuk menyelamatkan kepentingan investasi semata  tanpa peduli kepentingan masyarakat di Pulau Obi,” tandasnya.

Kahfi bahkan mengingatkan kepada pihak PT. Harita Grup dan perusahan tambang lainya di Pulau Obi, bahwa penolakan program pembangunan jalan lingkar pulau Obi sebagai proyek strategis nasional adalah tanpa dasar.

“Ini kan program Penerintah Pusat terkait kebutuhan infrastruktur demi kemajuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Memangnya Harita punya kontribusi apa selama bercokol di Pulau Obi,” cecar Kahfi.

Kahfi mendesak pihak Harita Group  menarik kembali surat penolakan/keberatan ke BPJN Malut, sebab asosiasi lingkar tambang bersama  masyarakat tetap memperjuangkan Pulau Obi untuk mempertahankan program pembangunan jalan strategis nasional sampai titik darah penghabisan.

“Torang akan buktikan nanti, apakah pihak Harita Group dan perusahan tambang lainya keluar dari Pulau Obi atau kami masyarakat keluar dari Pulau Obi,” tantangnya.

Kahfi juga berharap anggota DPRD Dapil Obi terus mengawal aspirasi masyarakat  mempertahankan program pembangunan jalan strategis nasional di Pulau Obi. “Kami berharap anggota DPRD Halsel dapil Obi tetap kawal aspirasi masyarakat pulau Obi ini,” pungkasnya.

Terpisah, saat diwawancarai Haliyora via WhatsApp, pada Selasa (06/04/2021), Humas Harita Group Handi, menjelaskan bahwa pada Tahun 2020 Pulau Obi sudah masuk proyek strategi nasional (PSN)  berdasarkan peraturan presiden nomor 109 Tahun 2020.

“Kita sudah masuk Program Strategis Nsional (PSN) sejak tahun 2020 sesuai Perpres 109 maka Perusahan tetap mendukung program pemerintah,” tuturnya.

Menurut Handi, PT. Harita Group tetap berkomitmen dan mendukung program pemerintah pusat.

“Proyek Strategi Nasional (PSN) merupakan kolaborasi luar biasa antara Pemerintah Pusat, Daerah dan Perusahaan dalam memajukan daerah. Jadi, perusahaan pasti dan wajib mendukung program pemerintah, karena itu bertujuan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui pertemuan para kades lingkar tambang pada Senin malam tersebut dihadiri pemerintah Desa di lima Kecamatan terdiri 15  Kepala Desa dari 34 Desa yakni Kades Laiwui, Kampung Baru, Jikotamo, Capa, Akegula, Soligi, Tapa, Sosepe, Anggai, Alampelita, Tapa, Jikohai, Galala, Sio Sangadji. (Asbar-1)

Pos terkait