Ternate, Maluku Utara – Insiden tabrakan perahu nelayan oleh kapal tanker milik Pertamina di perairan Sasa, Kota Ternate, memicu perhatian serius berbagai pihak. Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Maluku Utara, Hasbi Yusuf, mendesak klarifikasi terbuka dan pertanggungjawaban dari instansi terkait.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 17 April 2026, sekitar pukul 23.38 WIT, di perairan belakang Kantor Dinas Perikanan Kota Ternate, Kelurahan Sasa.
Hasbi menegaskan bahwa aktivitas nelayan merupakan sumber utama penghidupan masyarakat pesisir yang wajib mendapat perlindungan penuh dari pemerintah. Ia menilai keamanan dan kenyamanan nelayan saat melaut tidak boleh terganggu oleh manuver kapal-kapal besar di luar area yang telah ditetapkan.
“Para nelayan yang melakukan aktivitas memancing sebagai sumber kehidupan keluarganya patut dilindungi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menduga insiden terjadi di zona tangkap nelayan yang seharusnya steril dari aktivitas kapal besar.
Karena itu, Hasbi memastikan akan mengambil langkah tegas dengan meminta klarifikasi serta pertanggungjawaban dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, serta pihak Pertamina.
“Kami mendorong adanya klarifikasi terbuka dari kementerian terkait dan pihak Pertamina agar peristiwa ini terang benderang dan tidak merugikan masyarakat, khususnya nelayan,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!