Daruba, Maluku Utara – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mempercepat langkah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penataan ulang sumber pendapatan dan digitalisasi sistem pembayaran. Komitmen ini ditegaskan Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil PAD, Senin (20/4/2026).
Rusli menekankan perlunya pemetaan menyeluruh terhadap objek pajak dan retribusi yang selama ini dinilai belum tergarap maksimal. Ia meminta setiap potensi pendapatan diidentifikasi secara jelas dan ditopang dengan regulasi yang memiliki kekuatan hukum.
“Semua objek pajak dan retribusi harus dipetakan dengan jelas dan ditetapkan dalam regulasi yang kuat,” kata Rusli.
Sejumlah aset daerah masuk dalam daftar evaluasi, di antaranya Rumah Susun Desa Dehegila, pendopo daerah, serta berbagai objek lain yang belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.
Sektor pariwisata juga menjadi sorotan. Beberapa fasilitas kios kuliner yang berada di bawah pengelolaan dinas terkait disebut belum optimal, seperti Kios Kuliner Bangsaha, Taman Kota, dan Juanga.
“Fasilitas sudah dibangun, tetapi belum memberikan kontribusi signifikan. Ini harus segera dibenahi,” ujarnya.
Selain itu, bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang didanai melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah menilai pengelolaan aset tersebut belum maksimal dalam menghasilkan pendapatan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!