Harim lebih lanjut menjelaskan 330 barang/jasa tersebut disurvei per satu hingga dua mingguan atau bulanan di pasar tradisional, modern, swalayan dan outlet terpilih.
“Hasil survey tersebut digunakan untuk menghitung perubahan IHK setiap bulan dan selanjutnya untuk mengukur inflasi bulan berjalan dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m), inflasi bulan berjalan dibandingkan Bulan Desember (y-to-date) dan inflasi tahun ke tahun dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya (y-on-y),” jelasnya.
Lanjut dia, inflasi y-on-y ini disebabkan oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Harim menyebutkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tertinggi, yakni sebesar 6,94 persen. IHK kelompok ini naik dari 113,19 pada April 2024 menjadi 121,05 pada April 2025.
Begitu juga kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 4,72 persen, dengan kenaikan indeks dari 102,99 menjadi 107,85.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!