Sepi dan tak Terurus, Begini Penampakan Terminal Angkot di Galela Halmahera Utara

Di antara fasilitas yang rusak, terdapat dua gedung dengan empat ruang tunggu penumpang, dua kamar mandi, satu mushola, satu posko, dan satu ruang kontrol. Di terminal itu, ada lima orang pegawai yang kini hanya dapat berdiri di tepi jalan untuk menunggu pelanggan.

“Sejak rusuh 1999, dokumen dan surat-surat terminal sudah hilang. Meskipun beberapa tahun kemudian terminal sempat aktif kembali, namun sejak 2019 tidak ada kegiatan operasional. Jalan baru yang dibangun dari Desa Toara menuju Desa Pune mengurangi jumlah kendaraan yang melewati terminal,” kata Ikram Bere, Kepala Terminal Galela, kepada wartawan, Minggu (4/5/2025).

BACA JUGA  Antisipasi Penghapusan Honda, Pemda Haltim Usulkan Kuota P3K ke Pusat

Menurut Ikram, para pegawai juga telah mencoba membangun posko retribusi di ujung jalan Desa Pune, jalan satu-satunya menuju Kabupaten Tobelo, namun usaha tersebut ternyata tidak efektif.

“Kami sudah melakukan penjagaan di beberapa titik, namun hal itu tidak berhasil. Akhirnya kami membangun posko di jalur utama, namun seringkali para sopir angkutan lalai dalam membayar retribusi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Terkait Ijazah Palsu Citra Puspasari Mus, KPU dan Bawaslu Pulau Taliabu Diadukan ke DKPP
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah