Akibat minimnya mobilitas kendaraan serta tidak adanya anggaran operasional memaksa para pegawai bekerja tidak maksimal. “Posko yang kami buat kini sudah rusak, sehingga kami hanya bisa berdiri di tepi jalan hingga selesai bekerja. Kami juga tidak mendapatkan anggaran operasional. Saat konfirmasi kepada Kadis Perhubungan, mereka menjelaskan bahwa tidak ada anggaran untuk alokasi operasional pegawai dan perbaikan posko. Mau tidak mau, kami hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang,” ungkap Ikram.
Meskipun telah berulang kali berusaha berkoordinasi dengan Dishub Halmahera Utara untuk mengatasi masalah perhubungan di wilayah Galela, tanggapan dari Kadis Perhubungan sangat mengecewakan. “Kami berharap melalui pergantian Kadis Perhubungan yang baru di tahun 2025 ini, kondisi terminal di Galela bisa lebih diperhatikan,” harapnya.
Kondisi terminal yang semakin memburuk dan minimnya perhatian pemerintah akan memperparah masalah transportasi di kawasan ini.
Baik Ikram maupun para pegawai terminal Galela berharap adanya upaya Pemda setempat untuk revitalisasi terminal penumpang dapat segera dilakukan demi kepentingan masyarakat Galela yang membutuhkan akses transportasi yang layak. (Mg02/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!