Syukur menjelaskan bahwa pendidikan merupakan proses pembangunan karakter dan akhlak mulia sebagai bagian dari peradaban bangsa. “Secara individu, pendidikan adalah cara untuk mengembangkan fitrah manusia agar dapat menguasai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kecerdasan yang mendukung kesejahteraan material dan spiritual,” ungkapnya.
Dalam konteks kebangsaan, pendidikan berfungsi sebagai jembatan mobilitas sosial politik yang mengangkat harkat dan martabat bangsa. “Oleh karena itu, sangat tepat ketika Presiden Prabowo menjadikan pendidikan sebagai prioritas,” ujarnya.
Syukur mengutip Asta Cita keempat yang menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai agen perubahan menuju bangsa yang adil dan makmur. “Melalui pendidikan, Presiden berkomitmen untuk memutus mata rantai kemiskinan,” tegasnya.
Presiden bertekad untuk memajukan pendidikan dengan merevitalisasi sarana dan prasarana, mengimplementasikan pembelajaran digital, serta meningkatkan kualitas dan kinerja guru melalui penyediaan kualifikasi dan kesejahteraan. “Dengan cara ini, diharapkan guru dapat berfungsi sebagai agen pembelajaran dan agen peradaban,” tutupnya.
Upacara Hardiknas ini menjadi refleksi bagi seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan komitmen bersama untuk menciptakan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. (RHM/Adv)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!