Selain itu, Sakir juga menyebut AC yang ada di ruang pasien. Meskipun AC bisa menyala, namun kondisinya tidak dapat mendinginkan ruangan. “Seharusnya ini tidak dibiarkan. Orang yang sakit membutuhkan kenyamanan, bukan justru semakin membuat mereka tidak nyaman,” keluhnya.
Menanggapi hal ini, Wena Pagaya, salah satu dokter di Puskesmas Sangowo, menjelaskan bahwa kehabisan plester sudah terjadi sejak Januari 2025 lalu. “Kami sudah mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan, namun hingga sekarang belum ada pengiriman. Kami bahkan terpaksa membeli plester dan obat-obatan dengan dana BPJS untuk memenuhi kebutuhan pasien,” ungkap Wena.
Lebih lanjut, Wena menjelaskan bahwa meskipun stok obat-obatan dan plester sudah dipersiapkan sebelum lebaran, tingginya jumlah pasien saat libur lebaran menyebabkan persediaan tersebut habis. “Memang bukan hanya plester yang habis, banyak juga obat-obatan yang kosong. Kami sudah berusaha, tapi stok yang kami terima tidak selalu mencukupi,” tambahnya.
Terkait masalah AC, Wena menjelaskan bahwa kerusakan AC bukanlah hal baru. “AC di ruangan pasien sudah lama mengalami gangguan. Kami berharap bisa segera ada pengadaan AC baru agar kenyamanan pasien bisa lebih terjamin,” harapnya.
Meskipun demikian, Wena menegaskan bahwa pihak puskesmas akan terus berupaya agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik meski menghadapi keterbatasan fasilitas. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!