Korban mengatakan saat ini ia sudah duduk di bangu kelas III SMP. Tetapi sejak kelas I, ia sudah bergantian digilir para pria dewasa dengan iming-iming uang.
Mirisnya, ada dua oknum guru juga diduga ikut terlibat. Korban menyebut mereka adalah F dan RK. Menurut korban, saat itu ia diajak F pergi ke salah satu rumah kebun pada malam hari. Korban pun mengikuti permintaan tersebut.
Setelah sampai di rumah kebun, ternyata F dan salah seorang temannya sudah menunggu. Dari situ, mereka menyetubuhi korban secara bergantian. “Jadi dorang (mereka) bertiga ganti-ganti, dorang mabuk. Itu kejadian 2024, saya dapat kasih doi (uang) Rp 100 ribu,” ungkapnya.
Korban mengatakan sudah tidak terlalu menghafal waktu dan tempat ia disetubuhi secara paksa oleh belasan pria dewasa tersebut. Namun ia merinci 16 nama pria dewasa yang diduga menyetubuhinya secara paksa.
Mereka adalah HA, YA, R, A, A, RZ, F, R, F, M, I, MD, RS, C, SU, dan JB.
“Terkahir itu tanggal 18 Februari 2025 (saya disetubuhi), itu Om Yeni. Tapi kalau nama-nama yang saya bilang itu mereka juga. Saya dapat kasih doi (uang) dan diancam. Kalau saya buka (suara), itu mereka lapor dan permalukan saya,” tutur korban.
Terpisah, Kasi Humas Polres Halmahera Selatan, AKP Sunadi Sugiono, ketika dikonfrimasi lewat telepon WhtasApp terkait kasus tersebut belum merespons. (Echal/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!