Sebagai Ketua Partai Demokrat dan Wakil Ketua Tim Pemenangan Rusli-Rio, ia memperingatkan bahwa jika tuduhan serupa terus beredar, meskipun dari sesama tim, tindakan hukum akan ia ambil.
“Kontestasi politik sudah usai, dan saya berharap masalah ini tidak diperpanjang,” tegas Zainal di hadapan pihak kepolisian.
Ia menekankan pentingnya menjaga privasi, bahkan di antara rekan satu tim, dan siap memproses hukum jika privasi dilanggar. “Korban juga memiliki keluarga,” tambahnya.
Zainal menceritakan bagaimana ia mengetahui tuduhan tersebut. “Setibanya di Morotai dari Jakarta, sopir saya memberitahu bahwa nama saya telah beredar luas, bahkan sampai ke kalangan wartawan. Saya bersyukur karena pihak yang menuduh telah mengakui kekhilafan mereka,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Tim Relawan Rusli-Rio, Ridwan Albram saat dikonfirmasi di ruang SPKT Polres Morotai, mengungkapkan permohonan maaf bahwa apa yang diucapkan adalah bentuk kekhilafan. “Jadi apa yang saya sampaikan itu tidak benar, jadi ini adalah kekhilafan kami,” ucap Ridwan dihadapan anggota Polres dan Zainal Karim.
Ia pun mengklarifikasi bahwa isu penerimaan uang oleh Zainal dari Fahmi Abu Kasim (Plt. Kadis Perkim) adalah informasi yang tidak benar, fitnah, dan hoaks.
“Kami dari tim mengklarifikasi bahwa informasi itu tidak benar. Intinya, ini hoaks dan tidak sesuai dengan kenyataan,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!