Pemkot Ternate Dinilai Abai, Harga Barito Tak Terkendali

Sebagai tawaran langkah jangka pendek yang perlu dilakukan oleh Pemkot Ternate menurut Dr. Mohtar Adam, yaitu pertama; melakukan kerjasama kemitraan dengan Sulawesi Utara utamanya kabupaten/kota penghasil pangan, untuk tetap menjaga pasokan barang dari daerah produksi. 

Kedua; mencari daerah produksi kabupaten/kota di Maluku Utara untuk melakukan intervensi jalur pasok komoditi ke Ternate sebagai pasar potensial.

BACA JUGA  Honor Paskibraka Morotai Belum Dibayar, Kadispora Sentil Kendala Rekening 

Ketiga; menyediakan Gudang Fresher yang dapat menjaga ketahanan komoditi dengan menyulap Ruko BUMD Ternate di Ruko deretan Mall, menjadikan Gudang Freezer untuk stok penjualan oleh pedagang eceran. Keempat; memberikan subsidi transportasi dari pusat produksi di Maluku Utara untuk masuk ke Ternate.

“Jika tidak melakukan upaya perbaikan, maka dampak yang akan dirasakan pasca Ramadhan adalah menurunya konsumsi karena tabungan masyarakat telah mengalami tekanan selama ramadhan, bahkan berpotensi menciptakan kemiskinan baru pasca Ramadhan, jika survei BPS pada bulan Maret ditunda pasca Ramadhan maka ada potensi kenaikan kemiskinan,” akhiri Mohtar Adam. (RFJ/Red)

BACA JUGA  Ini Sebaran Kelurahan 292 Pasien Positif Covid-19 Per 25 Juni di Kota Ternate
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah