Gelar Aksi Bertajuk ‘Indonesia Gelap’, Mahasiswa Kritik Kebijakan Efisiensi Anggaran dan MBG

Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari koalisi pendukung Prabowo diisi oleh partai-partai yang menjanjikan representasi suara rakyat. “Koalisi dipergemuk, menteri-menterinya dipergemuk, sehingga suara kita yang mengkritik hanya dianggap orang-orang minoritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, orator menganggap bahwa pemerintah telah menerapkan teori Spiral of Silence. Hal itu dinilai ketika kebijakan efisiensi muncul dan dikritik, pemerintah justru tidak menanggapi.

BACA JUGA  Partai Koalisi Siapkan Satu Nama Calon Pengganti Benny Laos Selain Sherly Tjoanda

“Ketika kebijakan itu muncul, dan kita komentari, kita kritik, lalu apa kata dia, Ndas mu, katanya kita hanya pihak-pihak yang kalah,” imbuhnya.Ia menegaskan, tujuannya dalam aksi hari ini hanya untuk mengomentari pemerintah Indonesia yang saat ini dan setiap sektoralnya bermasalah. “Kami, datang kesini untuk meminta keadilan setegak-tegaknya,” tandasnya. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah