Aktivis Anti Korupsi Kritik Pejabat Halsel Rame-rame ke Jakarta Hadiri Pelantikan Kada

Sejak awal, lanjut dia, Bupati Halsel terpilih yang dilantik tadi, mestinya me-remind kepada semua kepala dinas agar menetap di daerah untuk melayani masyarakat. “Tapi kita mestinya menduga bahwa kemungkinan ada instruksi maupun tekanan yang dibuat secara terselubung oleh bupati kepada setiap pejabat yang berkepentingan,” tudingnya.

Atau para pejabat ini kata Igrisa, mereka hanya sekadar pansos demi mempertahankan jabatan. Cara ini jelas tidak benar, dan cacat secara etik. “Cara mempertahankan jabatan semacam ini juga secara tidak langsung telah menyalahgunakan jabatan itu sendiri,” katanya. 

BACA JUGA  Ribuan Liter Miras Disita Polisi Dalam Operasi Pekat Kie Rah II di Halsel

Tindakan semacam ini menurutnya, tergolong ilegal yang tidak mesti dimaklumi, dan terbilang tidak pantas karena terang-benderang memperlihatkan perilaku koruptif yang bertentangan dengan etika dan aturan hukum. Kalau memang dugaan terkait penggunaan anggaran daerah dengan alasan perjalanan dinas ini benar, maka Aparat Penegak Hukum harus melakukan penyelidikan terhadap semua laporan perjalanan.

BACA JUGA  Karyawan Tambang Obi Tewas di Atas Tumpukan Batubara, Akademisi : Lemahnya Komitmen Perusaahaan Terhadap Keselamatan Kerja

Selain itu, cara demikian merupakan bentuk penyimpangan  etika birokrasi yang tanpa disadari para pejabat ini berkontribusi pada merosotnya kepercayaan publik. “Menjadi pertanyaan, bagaimana mungkin visi untuk menciptakan pemerintahan yang baik kalau supporting systemnya jelek, apalagi mereka yang bertindak berdasarkan jabatan publik kehilangan kompas moral, aneh,” herannya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah