Kompol Enggar menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan di 11 Polda sebagai sampel, termasuk Polda Jawa Tengah dan 5 Polres jajaran, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner online, wawancara mendalam dengan pejabat dan anggota Polri, serta observasi langsung ke gudang penyimpanan senjata api dan amunisi.
“Polda seluruh Indonesia di Maluku Utara ada empat Polres yaitu Polres Halteng, Halbar,Tidore dan Polres Ternate,” sebutnya.
Tim peneliti dalam penelitian ini dipimpin oleh Kombes Pol Syahrial M. Said, dengan anggota AKBP Rusdi, dan Kompol Enggar Agni Wibowo. Selain itu, penelitian ini juga didampingi oleh narasumber dari Universitas Indonesia, Ir. Abdul Halim Hamdany, S.T., M.Sc., Ph.D., yang memberikan perspektif akademik terhadap pengelolaan gudang penyimpanan senjata.
Melalui penelitian ini, lanjut dia, diharapkan Polri dapat memperkuat sistem logistik dan pengamanan gudang penyimpanan, mencegah potensi penyalahgunaan atau kecelakaan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesionalisme institusi kepolisian. “Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan standar operasional dalam menjaga keamanan,” pungkasnya. (RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!