Menurut warga sekitar, walaupun sudah lima tahun penanganan berlangsung, namun pembersihan eceng gondok di danau Galela belum juga tuntas hingga sekarang. Warga menilai, pekerjaan pembersihan yang dilakukan oleh OPSDA berjalan tidak maksimal. Buktinya, eceng gondok masih tumbuh subur dan menutup permukaan danau tersebut.
“Torang (kami) merasa dirugikan dengan aktivitas yang di lihat di lapangan. pihak OPSDA) kerjanya hanya satu sampai dua kali saja dalam satu bulan. Kalau sistem kerjanya seperti itu, bagaimana mau cepat selesai,” kata Ikbal, warga setempat saat ditemui wartawan, Kamis (30/01/2025).
Senada juga dikeluhkan oleh warga yang enggan menyebutkan namanya. Dia bilang, danau Galela punya peran penting menghidupi perekonomian warga. Para nelayan di sekitar danau tersebut bergantung pada hasil tangkapan ikan. Selain itu, nelayan setempat juga memanfaatkan danau Galela untuk budidaya ikan mujair. Sayang, aktivitas ini terkendala dengan kehadiran eceng gondok. Oleh karena itu, warga meminta pihak OPSDA harus lebih serius dalam menangani tanaman liar tersebut.
“Budidaya ikan mujair ini sangat membantu kebutuhan ekonomi keluarga bahkan mencukupi biaya sekolah anak-anak. Kami kesulitan saat memancing, menjala dan membudidayakan ikan karena kendala eceng gondok,” keluh warga tersebut.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!