“Hanya saja sampai saat ini penyempurnaan RPJMN masih sedang berlangsung, dan bandara Loleo belum disebut tegas dalam RPJMN, hal itu juga dikonfirmasi oleh Bappeda di Renja Kementerian Perhubungan juga belum menyebutkan secara tegas soal Bandara Loleo,” kata kepala Bappeda Sarmi Adam, Rabu (22/01/2025).
Ia juga mengungkapkan, tiga hari yang lalu ada rapat bersama melalui zoom meeting antara Bappeda Provinsi dan Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Tengah (Halteng). Rapat ini untuk memastikan ada tiga bandara udara baru di Maluku Utara, yaitu bandara Loleo, bandara Weda dan bandara Taliabu.
“Dalam rencana besar untuk kita membuka konektivitas terutama bandara Taliabu, untuk menjawab permasalahan agar Taliabu keluar dari zona daerah tertinggal, itu yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan rapat teknis,” ungkapnya.
Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur peti kemas yang direncanakan dibangun di Desa Mutui, Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat (Halbar), menurut Sarmin, rencana tersebut nanti direvisi kembali oleh pemerintahan gubernur yang baru. Nanti dilihat kembali apa urgensinya kebutuhan daerah terkait sarana dan prasarana.
“Kalau bicara berkelanjutan prinsipnya pondasi awal sudah ada kita berharap bisa dilanjutkan, hanya saja butuh keterkaitan antara dokumen-dokumen sebelumnya. Karena percuma kita bunyikan di dokumen Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tapi dokumen di atasnya RPJM dan RPJPN tidak ada repotnya di situ, sementara sinergitas dokumen itu sangat diperlukan,” ucap Sarmin.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!