Kelanjutan Bandara Loleo dan Pelabuhan Peti Kemas Sofifi Menunggu Gubernur Baru

Sarmin juga mengatakan, apalagi Penentuan Lokasi (Penlok) juga belum ada, kalau dihitung-hitung Pemprov juga membutuhkan lahan seluas 385 hektar untuk dibebaskan, sedangkan lahan yang tersedia baru sekitar 10 sampai 15 hektar.

“Jadi minimal 200 hektar lahan dibebaskan baru diserahkan atau hibahkan ke Kemenhub, skema selanjutnya baru dibicarakan apakah melalui KPBU atau Blendet Faines CSR dilibatkan. Karena yang jelas APBD tidak ada mampu membiayai bandara Loleo dari A sampai Z, sehingga perlu ada alternatif pembiayaan 

BACA JUGA  Wagub Al Yasin Ungkap Pimpinan OPD yang Bakal Digeser

Sementara itu, Pj. Sekda Maluku Utara Abubakar Abdullah mengatakan, di periode itu analisisnya kebutuhan terkait dua proyek besar ini sudah dilakukan dan memang ada pekerjaan awal.

“Jadi kalau sudah dimulai ya sudah tentu harus dilanjutkan, bagaimana kelanjutannya dijelaskan oleh Bappeda dan gubernur yang baru, prinsipnya karena sudah mulai jadi harus dilanjutkan,” singkat Abubakar. (RS/Red)

BACA JUGA  PAD Tak Maksimal, Fraksi Golkar Minta Walikota Ternate Evaluasi Total Pimpinan OPD
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah