Lily mengungkapkan bahwa tanaman Capilong adalah tanaman yang mempunyai sifat toleransi. “Pohon Capilong termasuk pohon yang mempunyai toleransinya tinggi terhadap kondisi ekstrim lingkungan, karena mampu tumbuh dalam kondisi air laut pasang dan surut. Kita bisa menerjemahkan bahwa pohon Capilong selalu tumbuh pada tanah yang bersifat masam sampai pada tanah yang bersifat basah. Itu toleransi nya. Artinya, tanaman ini dia tidak manja, bukan tanaman pilih-pilih, dia mampu tumbuh di mana saja,” paparnya.
Lebih lanjut Lily mengatakan, pohon Capilong mampu tumbuh sampai dengan usia 500 tahun. Menurut penelitiannya, satu pohon Capilong dalam usia yang produktif bisa menghasilkan 10 ribu biji Capilong dalam satu kali panen. 1 kg berat kering membutuhkan 400 biji Capilong, dan 1 kg berat kering bisa menghasilkan 2-3 liter minyak, tergantung bagaimana mengextraknya.
“Apalagi tanaman ini juga setiap tahun 2 kali berbuah (6-7 bulan). Bayangkan bagaimana hasilnya, jika tanaman Capilong ini dikembangkan dengan baik. Sayangnya, Maluku Utara belum mengangkat buah Capilong karena potensi sumber daya manusianya juga masih rendah,” kata dia.
Olehnya itu, Lily berharap agar pemerintah harus menaruh perhatian dan memperbanyak serta melakukan budidaya tanaman Capilong. Program penanaman Capilong ini harus dilakukan secara besar-besaran. Kalau hal ini dilakukan, maka potensinya bisa menghasilkan pendapatan desa yang ingin mengembangkannya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!