Untuk mengantisipasi kelangkaan ini, kata Nurbaity, kiranya juga diperlukan pengawasan bersama baik itu pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.
“Kalau hanya harap dari Disperindagkop, kita kekurangan personel dan hanya 7 orang, belum lagi mau lihat sana atau disana itu terbatas, makanya saya selalu bilang, tolong bantu kami di Disperindagkop untuk melakukan pengawasan soal BBM ini,” ujar Nurbaity.
Selain itu, peran aktif dari Pemdes maupun pemerintah kecamatan ini penting dilakukan guna menghindari penyalahgunaan BBM subsidi.
“Supaya Pertalite dan Pertamax itu bisa berjalan dengan baik untuk harga dan penyaluran dan pembagian ke masyarakat itu bisa merata. Kemarin di Obi itu untuk pembagian ke nelayan itu sudah bagus, karena camat di Obi punya peran aktif dalam melakukan pengawasan terkait penyaluran BBM ke masyarakat,” jelasnya mengakhiri. (Echal/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!