Dia berharap ada respon baik dari pemerintah daerah, pihak speed boat, dan koperasi, sehingga proses kedepan bisa berjalan dengan baik.
Antisipasi kelangkaan dengan memodifikasi mesin agar beralih pemakaian dari minyak tanah ke pertalite ini, menurutnya malasah ini lebih ke KSOP, pihak koperasi dan Pertamina.
“Setiap speed boat harus mendaftarkan/orang untuk mendapatkan barcode di KSOP agar memiliki akses terhadap penggunaan pertalite yang kebetulan di tunjuk langsung oleh pihak Pertamina, bahwa PT. Siyantan yang berlokasi di Mangga Dua yang nantinya akan melakukan penyaluran,” terangnya.
Salah satu tenaga teknisi PT. KBA, Briyan, menambahkan, sementara baru uji coba modifikasi dua mesin. (Mg04/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!