“Untuk itu saya punya harapan, DLH harus siap tanggap cepat persoalan sampah. Hari ini kalau bukan kita siapa lagi. Kalau kita punya mobil angkutan sampah L 300 mungkin kita dari kelurahan yang siap angkut bawa ke Takome (Tempat Pembuangan Akhir),” tambahnya.
Lanjut Malik, TPS ini dibangun oleh DLH untuk mengatasi sampah di pemukiman warga, karena sudah ada larangan membuang sampah di TPS Gambesi.
“Kita sudah berupaya memberikan pemahaman ke masyarakat melalui sosialisasi agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan. Tapi semuanya kembali ke DLH, karena kalau tidak ada penanganan yang serius sampah bertambah banyak, menumpuk berbulan-bulan, bau mengendap di udara terbawa angin masuk lagi ke pemukiman masyarakat, nanti masyarakat marah,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Kamis (26/12/2024) lalu, Kepala Dinas DLH Kota Ternate, Muhammad Syafei, kepada Haliyora.Id mengatakan bahwa untuk mengurangi sampah, pihaknya sekarang intens berkomunikasi dengan kelurahan-kelurahan, dan sudah ada tiga kelurahan pilot project yaitu Kelurahan Kayumerah, Maliaro, dan Salero.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!