Ternate, Maluku Utara – Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals atau (SDGs) merupakan agenda global yang dirancang untuk mengatasi tantangan pembangunan di seluruh dunia hingga tahun 2030. Di Indonesia, termasuk Maluku Utara (Malut), implementasi SDGs tentu memiliki catatan tersendiri, baik itu menyangkut dinamika dan tantangan yang sifatnya sangat kompleks.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Malut, Dr Muhammad Sarmin S Adam SSTP, MSi, dalam sambutannya ketika membuka kegiatan kegiatan Penyusunan Laporan, Monitoring dan Evaluasi RAD TPB/SDGS Provinsi Malut mengatakan, Pemerintah Provinsi Malut, sebagaimana arahan Pj Gubernur Samsudin Abdul Kadir, terus berkomitmen terhadap SDGs dengan memasukkan target tersebut dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 bahkan sampai dengan dokumen RPD sebagai dokumen transisi.
Integrasi 17 tujuan SDGs ke dalam prioritas daerah, lanjut Sarmin, seperti upaya pengurangan angka kemiskinan, menjawab disparitas sampai dengan aksi dan respon terhadap perubahan iklim yang terjadi sampai saat ini.
“Pelibatan aktor pembangunan atau stakeholders sudah dan telah dilakukan, meskipun secara ideal atau secara substansi masih perlu perbaikan lagi ke depan, tetapi keterlibatan seluruh aktor akan terus kami lakukan. Keterlibatan ini kedepannya akan coba diwujudkan melalui kolaborasi yang berkualitas dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Disamping itu tentunya kualitas koordinasi antar pemangku kepentingan akan kita perbaiki lagi,” ucapnya menyinggung terkait peran multi pihak.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!