Pemprov Komitmen Capai TPB/SGDs 2030, ini Tantangan dan Dinamikanya di Malut

Terkait dengan perkembangan implementasinya, tingkat kemiskinan di Malut yang menurun dari tahun ke tahun, namun masih berada di atas rata-rata nasional di dua kabupaten yakni Halteng dan Haltim. Akses ke program perlindungan sosial masih perlu ditingkatkan. Ketimpangan pendapatan tetap menjadi tantangan, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan.

“Maluku Utara juga alami kemajuan dalam meningkatkan fasilitas kesehatan, tetapi masih kekurangan tenaga medis dan infrastruktur memadai di daerah terpencil. Angka kematian ibu dan anak relatif tinggi dibandingkan wilayah lain. Selain itu, berkaitan pendidikan berkualitas terjadi akses pendidikan yang meningkat, namun kualitas pendidikan masih perlu ditingkatkan, terutama di daerah terpencil. Keterbatasan guru dan fasilitas pendidikan menjadi kendala utama. Karena kedepannya pemerataan akses layanan pendidikan menjadi salah kunci keberhasilan pencapaian target TPB,” ucapnya gamblang.

BACA JUGA  Garuda Indonesia Bidik Pasar Pemprov Malut, ASN Dapat Diskon Tiket

Di sisi pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, sektor perikanan dan pertanian menjadi tumpuan, namun nilai tambahnya masih rendah dan pengembangan industri pengolahan berbasis lokal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Lalu berkaitan dengan iklim dan konservasi laut, sebagai wilayah kepulauan, Malut menghadapi tantangan besar dalam menjaga ekosistem laut dan mengurangi dampak perubahan iklim. Upaya konservasi laut mulai dilakukan, tetapi masih memerlukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas penangkapan ikan dan kerusakan terumbu karang” katanya.

BACA JUGA  Pasca Dikaji, Pemkab Halsel Akhirnya Putuskan Pilkades 3 Desa ini
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah