Selanjutnya, untuk belanja barang dan jasa diasumsikan sebesar Rp 239.497.764.899, turun 16,90 persen dari tahun 2024 yakni Rp 288.204.338.806. Belanja subsidi untuk PDAM sebesar Rp 3.374.200.000, masih tetap sama dengan tahun sebelumnya.
“Belanja hibah tahun 2025 sebesar Rp 737.719.700, turun cukup tinggi yakni 97,83 persen, dikarenakan pembiayaan Pilkada serentak tidak dialokasikan lagi. Belanja bantuan sosial sebesar Rp 3.335.637.000, belanja modal tanah Rp 4.000.000.000, masih seperti tahun 2024,” sebutnya.
Sementara belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp 32.898.323.980 naik 8,72 persen dari tahun sebelumnya yakni Rp 30.258.878788. Belanja modal gedung dan bangunan Rp 92.163.146.248 turun 7,15 persen dari tahun sebelumnya Rp 99.257.409.465.
Belanja modal jalan, jaringan dan irigasi sebesar Rp 59.962.879.770, turun 43,73 persen dari tahun 2024 yakni Rp 106,565,896,890. Belanja tidak terduga Rp 5.000.000.000, masih sama di tahun 2024. Belanja transfer ke desa sebesar Rp 116.334.186.000 turun 0,41 persen dari tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025 sedikit berat untuk anggaran kita, dikarenakan kita harus mengikuti dan menyesuaikan dengan program yang dicanangkan oleh pusat. Kita diperhadapkan dengan target pencapaian rencana pembangunan daerah, juga RPJMN harus tercapai. Hari ini anggaran yang terdapat pada OPD juga semua sudah sangat ketat dan maksimal, maka diharapkan kerjasama dan pengertian baik dari semua elemen, karena belanja daerah dan postur anggaran tahun 2025 dirancang defisit sebesar Rp 170.854.632.498,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!