Turunnya angka kemiskinan ini menurutnya tidak signifikan. “Untuk di tahun 2024 garis kemiskinan di Kabupaten Halsel 5,13 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2023 tercatat 5,63 persen. Ini mengalami penurunan, hanya saja tidak signifikan,” ungkapnya.
Lanjut Budiman, turunnya angka garis kemiskinan itu berdasarkan beberapa indikator berdasarkan survei sosial ekonomi Nasional.
“Data ini berdasarkan survei dengan pendekatan sampel, di antaranya indikator turunya angka garis kemiskinan adalah angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi yang disokong oleh tambang. Kedua, turunnya angka pengangguran 2,00, selanjutnya pekerja formal membaik dan informal menurun, dan beberapa komoditas di Maluku Utara juga disinyalir mengalami peningkatan harga serta pengeluaran konsumsi rumah tangga turun,” paparnya. (Mg02/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!