Menurut Rosida, memilih pemimpin harus amanah yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat serta pemimpin yang mampu menghindari perang politik, SARA serta berbau fitnah.
“Saya ingin sampaikan bahwa terutama dan terkhususnya kepada perempuan kita harus menyatakan perlawanan kepada politik uang dan politisasi sara karena dapat merusak peradaban, merusak demokrasi dan bisa menghancurkan kehidupan politik,” ujarnya.
Kata Rosida, praktik politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah. Begitu juga dengan politisasi sara berpotensi besar mengganggu persaudaraan. “Maka dari itu kita semua mengharapkan ini dapat menjadi langkah baik untuk menciptakan Pilkada 2024 yang bersih, jujur dan adil,” imbuhnya. (*Echal/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!