Di sisi yang lain kata Damrudin, saat dirinya melakukan monitoring di 10 kabupaten/kota banyak bangunan yang dikerjakan sudah sampai pada ring balok. Artinya pihak ketiga bekerja sudah sangat maksimal.
Kendati demikian, sedikitnya ada dua sekolah yang tidak bisa di bangun karena tidak terinput. “Itu kesalahan orang yang melakukan penginputan. Tapi tetap akan masuk di APBD perubahan, jadi saya sudah sampai kepada pihak rekanan, kalau menunggu sampai perubahan tidak akan selesai, jadi jalan saja, proyek itu SMK 2 Pulau Taliabu, dan SMK di Kao Halmahera Utara, jika BPK periksa kita akan sampaikan apa adanya,” pungkas Damrudin. (RS/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!