Karena mekanisme patching seperti itu, Arif mengatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud mengabaikan atau terkesan abaikan (keselamatan pengendara). “Jadi memang ini soal keluhan masyarakat, kami pahami itu tapi harus dipahami bawa yang namanya pekerjaan patching di garis tempat rusak itu harus mempunyai luasnya yang diyakini sudah bisa banyak baru dilakukan proses pengaspalan. Karena tadi di AMP itu tidak mungkin dua tiga lubang langsung pembakaran aspal, tidak seperti itu,” ujarnya.
Arif mengaku dalam waktu dekat pihak rekanan akan menyelesaikan jalan yang dikeluhkan warga. “Kami lihat ini sudah banyak, insya Allah dalam waktu dekat dorang (rekanan) sudah selesaikan, tidak bermaksud mengabaikan atau cuek,” kata dia seraya.
“Kami juga berikhtiar jangan sampai ada warga yang mengalami kecelakaan karena patching itu tidak nyaman begitu dapat aspal lubang mereka akan mengalami, mudah-mudahan tidak ada hal yang sampai celaka orang,” tambahnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!